[motivasi] Orang Kaya Dan Miskin

[motivasi] Orang Kaya Dan Miskin [ www.BlogApaAja.com ]

Pada suatu hari, ada orang kaya mengajak anaknya yang masihberumur tujuh tahun untuk berkunjung dan menginap selama beberapa hari kesebuah desa. Desa itu adalah kampung halaman dari Pak Suwarta, demikian namaorang kaya tersebut. Masa kecil Pak Suwarta dihabiskan di sana, hingga keduaorang tuanya meninggal dan dia mengikuti kakaknya ke Kota, di Kota besaritulah Suwarta mulai berbisnis dan meraih kesuksesan seperti sekarang ini.

Desa itu lumayan terpencil, sangat jauh dari hiruk pikuknyakeramaian kota besar. Secara sepintas,penduduk di sana memang terlihat seperti orang miskin. Yup, selain untukmengenang masa kecilnya, bapak yang dikenal sangat suka melontarkan kata-katainspirasi itu juga ingin memberi pelajaran kepada anaknya tentang arti "kayadan miskin". Ada pemahaman yang ingin ditanamkan kepada anak lelakinya bahwakesuksesan adalah hal yang memang sangat layak diperjuangkan. Pak Suwarta inginmemperlihatkan kepada anaknya betapa susahnya hidup sebagai orang miskin.

Selama beberapa hari Bapak Suwarta dan anak lelakinya tinggal di rumahtemannya. Rumah itu adalah milik Pak Karto, teman dan sahabat kecilnya PakSuwarta. Rumah orang miskin itu sangat sederhana, berdinding papan, dan tidakmemiliki pagar. Sekitar 10 meter di belakang rumah itu terdapat sungai kecilyang sangat jernih airnya. Sungai yang sama yang digunakan oleh Pak Suwartabermain air dan berenang dengan teman-temannya 30 tahun yang lalu. Di depanrumah tersebut terdapat tanah lapang, tempat para anak-anak petanimenggembalakan ternaknya. Anak-anak juga sering bermain layang-layang di tanahlapang itu.

Tak terasa, 5 hari telah berlalu, dan Pak Suwarta merasa bahwa sudahcukup waktunya untuk kembali ke kota. Sembari mengendarai mobilnya, Pak Suwartamelontarkan pertanyaan penting kepada anak kecilnya, "Bagaimana, nak? Apa yangkamu lihat dengan keadaan di sana? Apa saja yang kamu dapatkan setelah menginapbeberapa hari di rumah Pak Karto?" Pak Suwarta berharap anaknya sudah dapatmemahami perbedaan antara kaya dan miskin.

"Waaah... Luar biasa, Yah!" Jawab anak itu. "Kita harus repot-repotmembangun kolam renang yang mahal di belakang rumah, sedangkan mereka kolamrenangnya puanjaaaaang sekali." Anak itu melanjutkan, "Trus, halaman kitasempit dan tidak bisa melihat apa-apa karena ada temboknya, sedangkan halamanrumah mereka luaaaas sekali, sejauh mata memandang, bahkan bisa dipakai untukbermain layang-layang! Kita harus membangun taman, sedangkan mereka memilikitaman yang buesar sekali! Kita harus antri dan membayar di supermarket setiapkali berbelanja, sedangkan mereka tinggal ngambil apa di kebun! gak bayar!"

Sambil mengusap mulutnya, anak itu berkata lagi, "Kita harus ke luarnegeri untuk membeli lampu taman, sedangkan lampu taman mereka buanyaaksekali. Bertaburan dan kelap-kelip di angkasa! Setiap hari bapak harus kerjadari pagi sampai malam, sedangkan pak Karto? waah.. tiap sore dia bisa bercandadan main kejar-kejaran dengan anaknya! Kita harus ke kebun binatang kalo maunaik hewan, kalo mereka? tiap hari mau naik apapun juga bisa, ada sapi, ada kerbau,bahkan ada kuda! gak perlu bayar! Wah, ternyata kita adalah orang miskin, kitamasih kalah kaya dengan mereka, yah.."

Tidak ada jawaban, cerita motivasi, ataupun kata-kata inspirasiyang mampu keluar dari mulut Pak Suwarta hingga mereka sampai di rumah.



Sumber / Source
CLOSE | OPEN
TUTUP SEMUA